Friday, 28 November 2014

Cowok-cowok muslim, korban bully verbal di kebanyakan akun sosmed para cewek

Bully adalah sebuah bentuk perlakuan social yang berefek menyudutkan korban. Kata “bully” merupakan kata serapan dari kosakata bahasa Inggris yang di dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “menggertak atau mengganggu orang yang lemah”. Namun di dalam prakteknya dapat di artikan sebagai bentuk penindasan, Intimidasi, teror, menghina(caci/maki) dengan alasan dan tujuan tertentu.
Kasus bully belakangan ini lebih sering terjadi pada kalangan remaja ke bawah. Bullying biasanya di lakukan dengan penuh kesadaran oleh pelakunya. Maka dari itu kasus Bullying dapat dikategorikan kedalam kasus kejahatan. Baik secara fisik maupun secara verbal(perkataan).
Beberapa tindakan yang termasuk dalam kasus bully menurut Olweus(1993, dalam Anesty, 2009) sebagai berikut:
Mengatakan hal yang tidak menyenangkan atau memberi julukan yang buruk kepada seseorang.
Mengabaikan seseorang dari suatu kelompok karena suatu tujuan
Memukul, menendang, ataupun menyakiti orang lain secara fisik.
Mengatakan kebohongan ataupun rumor yang salah mengenai seseorang atau kelompok agar orang lain/kelompok lain menjadi tidak menyukai korban perkataan tadi.
Nah, ada sebuah kejadian yang  mungkin ini dianggap sepele oleh sebagian besar remaja kita saat ini. Sering kali kita jumpai di gambar-gambar BBM(Blackberry Messager) seseorang, di Facebook, Twitter, ataupun akun media sosial lainnya. Tulisan semacam berikut ini”
“ Yang ganteng jum’atan yah!”
“Cowok yang sholat Jum’at kegantengannya naik sekian persen”
“Sholat jum’at biar ganteng”.
Secara tidak sadar dari tiga contoh kalimat di atas jelas sebuah bentuk bully secara verbal. Dan yang menjadi korban bully_nya adalah cowok-cowok yang beragama Islam. Sedangkan sebagaian besar pelakunya adalah cewek-cewek Muslim juga. Walaupun di sisi lain kalimat seperti itu memiliki makna yang baik. Yaitu menyuruh secara tidak kasar untuk pergi melaksanakan sholat jum’at.
Analisanya seperti ini;
Cewek-cewek sekarang kebanyakan ngefans sama-sama bintang-bintang film korea, dan pendapat mereka hampir sama semua. “ganteng”. Padahal mereka tau sendiri bahwa hampir semua penduduk Korea adalah Non-Muslim. Otomatis tak pernah sholat jum’at.
Lalu kalimat seperti “ cowok yang sholat jum’at itu ganteng loh”, secara logika memiliki makna kalo orang yang gak pergi sholat jum’at itu tidak ganteng. Sementara Artis-artis Korea idola mereka tetap ganteng walaupun tidak pergi sholat jum’at.
Marilah berpikir yang lebih logis kawan. Mesjid itu bukanlah salon kecantikan/ketampanan. Dan tidak ada satupun ajaran Islam yang mengatakan bahwa orang-orang yang pergi jum’atan itu ganteng ataupun mengalami peningkatan kegantengannya. Kecuali amal ibadahnya yang bertambah.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.