Thursday, 14 August 2014

Mengapa kau tinggalkan aku?

Cinta,,!! Mengapa kau meninggalkanku?
Tak akan ada cinta seperti dirimu lagi
Saat aku sendiri kau malah semakin menjauh
Ku begitu ingin kau memelukku tuk yang terakhir kalinya
Aku begitu menyayangimu, walaupun aku tau akan pernah peduli
Aku masih merindukanmu walaupun aku tau kau terus menjauhi aku
Aku tak akan sangup menghapus segala bayangmu.

Tapi kini kurelakan kau pergi dariku 
Kegembiraan yang  dulu kurasakan saat memilikimu, telah berubah menjadi kesedihan karena kehilanganmu
Mengapa diriku tak kan pernah bisa melupakanmu?
Dan mengapa pula dirimu yang selalu ada di pikiranku?
Mungkin salahku juga terlalu mencintaimu sepenuh hatiku

Hhmm,,,!!
Kuratapi kisahku dengan air mataku
Ku renungi kisah kita dengan tangisanku
Hati ini terlalu sakit, karena cintamu
Serpihan demi serpihan luka ku rasa
Kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat
Semakin ku kenang semakin hancur hati ini
Tapi mengapa, sampai  sekarang aku masih bisa mencintaimu?
Bilur-bilur luka meleleh, harapan cinta mengental
Mencoba memundaki tangis dan menghapus air mata di pipi

Mengapa luka ini membuatku makin cinta?
Kapankah airmata ini menjadi airmata yang bening dan tak keruh?
Kapankah derai tangisku terhenti dan menjadi setetes dan terakhir?
Seharusnya tak perlu kutangisi, harusnya aku kuat.
Harusnya aku tak perlu mempertaruhkan airmata ini 
hanya untuk satu kenangan dan masa yang telah pergi

Tapi mengapa, sampai sekarang aku tak bisa melupakannya?
Mengapa terus jatuh dan menumpah airmata yang perihkan hati ini?

Hatiku sekarang menjadi perasa.
Air mata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang mengabaikanku
Mataku yang ,menjadi saksi bagaimana air mataku jatuh untuknya
Airmataku terus jatuhterlalu banyak dan menderai
Terlalu lama menetes dan terus menumpah

Aku sendiri bersama keluh kesahku. 
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama serpihan hati yang akan kubawa
Sampai,,,
Aku mati,,! 




Thursday, 7 August 2014

LDR_an via Blackberry Messager

       Satu hari di hari kemarin. Satu detik tercepat yang pernah di rekam oleh memori ingatanku. Tanggal 28 april tepatnya.
Hari sebelumnya aku masih mempunyai seorang kekasih yang aku sayangi, aku cintai dan tak pernah aku inginkan hilang lagi seperti pendahulunya. Dia seorang perempuan berparas biasa-biasa saja, namun memiliki kulit putih bersih. Dan satu hal yang paling aku sukai darinya adalah rambut panjangnya, hitam tebal bak rambut seorang perempuan timur tengah.  Walau sebenarnya masih banyak yang mampu membuatku terpesona di saat iya berdiri di depan mataku.  

 
Dia juga sangat baik kata teman-temannya, dan aku bisa melihat dan merasakan sendiri kemuliaan yang ada di hatinya. Aku melihat bagaimana iya bersikap kepada Ibunda tercintanya, saudara dan juga orang-orang yang memiliki kedekatan dengannya. Sebenarnya aku masih meragukan apa yang terjadi antara aku dan dia. aku bertemu dengan dia kembali di sebuah acara pernikahan seorang teman SMA. Yah teman satu angkatanku dulu. Dan sebenarnya dia adalah adik kelasku juga dahulunya. Tapi saat masih sama-sama berstatus siswa SMA, aku dan dia seolah tak saling mengenal. Tempat dimana aku biasa memperhatikannya dahulu itu adalah kantin sekolah. Disana iya sering aku temui bersama teman-teman se_genk nya. Dari dulu aku senang sendiri, hanya beberapa saat saja aku biasanya ditemani teman-temanku, bukannya aku tidak punya teman, tapi aku nya yang kadang menjauh dari teman-temanku sendiri. Namun aku tak pernah lupa menyapa jika bertemu dengan salah seorang teman yang aku kenali. 


Kembali ke topik yah, Reader.

Dari pertemuanku dengan di acara itu, aku merasa ada kontak bathin yang sebenarnya aku belum begitu aku pahami sebabnya. Padahal dia gak tebar pesona juga saat itu. atau mungkin dasar aku nya yang memang jatuh cinta melihatnya kale ya. J. Ok Fix,,!. Aku jatuh cinta kepadanya Reader. Untungnya saja aku punya PIN BBM-nya (Blackberry Messager loh yah, bukan Bahan Bakar Minyak :-p). walaupun aku mulai pedekate dan sok akreb sama dia via BBM, tapi rasanya ada sinyal yang bisa menarikku lebih dekat lagi kepadanya. 

 
“Veny yah?”. Sapaku via BBM (Nama Samaran loh yah Reader).
“ Iya, Ini Siapa?”. Jawabnya ( sedikit sadis yah reader)
“ Arfan, gue kakak kelas loe dulu di SMAN 9”. Balasku (itu nama Samaran gue reader, Sekolahnnya juga gue karang namanya J).
“oh, Ade’ kuliah dimana ?”.
“aku panggil ade’ aja yah?” tulisku (cieh-cieh, sejak kapan aku dilahirin mamanya  yah Reader. :-D)
“Aku kuliah di Unlam Ka’. Aku juga panggil Kakak yah”. Balasnya

 
Dan dari obrolan itu, kami saling tanya-jawab seolah mulai saling memperkenalkan diri lebih banyak lagi. Sampai pada aku tanyain pacarnya ada gak, siapa orang. Begitu juga sebaliknya. Dan akhirnya terjadilah hubungan kami yang seperti itu. hubungan cinta di dunia maya tapi serasa kenyataan. Aku mencintainya benar-benar dari hatiku paling dalam. Dan aku tak pernah mengetahui seperti apa aku di benaknya. Apakah aku hanyalah teman ngobrolnya dari pagi sampai iya akan terlelap tidur di Malam hari. Dan sepanjang ikatan itu sekalipun aku dan dirinya tak pernah bertemu lagi. Tak pernah saling menatap lebih dekat. Menyentuh kulit putihnya, apalagi membelai rambut panjangnya yang sangat aku kagumi. Aku hanya bisa melihatnya lewat kotak kecil tempat iya biasa memasang DP(display picture)nya pada akun BBM_nya. Mendengar suaranya yang terkadang manja lewat telpon seluler ataupun Voice note yang ia biasa kirimkan buatku.
Dan sepanjang ikatan semu itu, terbesit di hatiku hasrat besar untuk bisa menemuinya di selah-selah kesempatanku. Maklum sajalah Reader, Saat ini aku sedang kuliah di kota Malang sedang iya ada di pulau Kalimantan. Jarak dan waktu benar-benar mengironiskan ikatan cinta antara aku dengannya, memisahkan aku dengannya tanpa ampunan. Kesibukan belajar dan tugas-tugas kuliah pun menambah derita di dalam kesabaranku menahan kerinduan yang membuncah-buncah kepadanya. 

 
Tetapi aku masih meyakini bahwa akan ada satu waktu di mana aku akan merasakan detakan jantung yang sangat hebat kala aku tinggal beberapa langkah lagi akan sampai di tempat di mana iya sedang menunggu kedatanganku yang mungkin saja iya juga rasakan.
Aku masih percaya bahwa akan ada detik dimana aku akan merasakan indahnya perjalanan untuk menemuinya, menghadang lautan yang memisahkan antara pulau Jawa ini dan Kalimantannya.
Aakan ada saatnya dimana aku merasakan getaran rindu yang akan membuatku gugup saat melihatnya ia sedang duduk sembari tersenyum melihatku datang menghampirinya.
 Dan seingatku, ikatan, rindu dan keyakinan-keyakinan konyolku itu tersimpan rapi hampir berumur satu tahun atau mungkin saja akan abadi selamanya tersimpan dan tersembunyi dibalik senyuman-senyumanku yang terkadang semu ini.
Pada satu kesempatan, aku pernah pulang liburan kekampung halamanku di Tanah Kalimantan. Aku sangat berharap bisa bertemunya disana, namun lagi-lagi kesempatan itu tak kutemui. Karena alasan kegiatan kuliahnya, ia tetap berada di kota Banjarmasin. Sedang aku, asik membantu orang tuaku mengurus kebun di kampung. Namun lagi-lagi keyakinan-keyakinan itu masih saja kokoh dan tak hentinya bertasbih menghibur hatiku yang mulai menggundah. Dan akhirnya masa perkuliahanku tiba, dan memaksaku untuk kembali meninggalkan kampung halamanku tercinta, orang tua dan kerabat keluargaku lainyya.
Di hatiku memang ada segumpal penyesalan karna tak bisa bertemu dengannya. Walau sebenarnya obrolan dari akun sosial media dan telpon tetap baik dengannya.
Sesampainya di Kota Malang, aku mulai mencari sumber penghasilan tambahan, dengan niat aku ingin menabungnya sebagai ongkosku disuatu hari saat punya waktu beberapa minggu untuk pergi menemuinya di sana. Tetapi malah sering menimbulkan kesalah-pahaman diantara kami berdua. Aku sering terlambat membalas obrolan_obrolannya, aku juga terkadang telat bangun pagi hanya untuk membaca BBM nya yang kebanyakan berisikan “selamat pagi sayang”. Itu semua terjadi akibat bertambahnya aktivitas keseharianku.
Sampai pada akhirnya, ada kegiatan diluar kota yang dilaksanakan oleh tempat dimana aku kerja. Kurang lebih Seminggu aku dan beberapa rekan kerjaku harus mengikuti Tekhnical Training Di Bali. Komunikasiku dengannya berubah 75% dari biasanya. Bahkan hari pertama sampai hari keTiga di Bali, sama kali tidak ada komunikasi, dan itu adalah instruksi dari tim pembimbing kami selama di Bali.
Dan pada akhirnya, semuanya berakhir begitu saja. Aku berusaha menjelaskannya kepadanya. Tapi aku tak berhasil menyelah sedikitpun amarahnya. Dan perlahan aku menyadari bahwa beberapa waktu belakangan kami memang mengalami beberapa keanehan. Terutama aku yang jarang membalas ataupun mengiriminya kata-kata pemanis senyumnya. Ataupun penyekah air mata kesedihannya, atau bahkan penghibur kegalauannya karna deadline-deadline kampusnya yang padat.
Semuanya tiba-tiba terhenti, seperti anak kecil yang tiba-tiba kehilangan kesenangnya. Aku menyadari,tapi lucu untuk di tangisi. Aku menyesali, tapi konyol diratapi. Sebab tak ada bahasa Cinta yang benar-benar mampu membungkam ataupun mampu mengunci kasabaran seseorang. Apalagi jika cinta itu cinta yang terhalang oleh ribuan kilometer dan jam. Tetapi walau bagaimanapun juga cinta jarak jauh memang benar-benar ada. Adanya di dalam hari seorang insan pencinta yang dipenuhi kesabaran, ketabahan, ketenangan yang diselimuti kesetiaan lalu terbalut menjadi satu. Itu lah kesetiaan. 
 
 
                                      HAPPY BIRTHDAY HENY PRADITA_ 06 AGUSTUS 2014

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.