Tuesday, 18 February 2014

Dasar AKU,,,!!!


Aku adalah penikmat kehidupan. Aku adalah pembuang waktu dan pengorek kesempatan.  Aku juga seorang yang suka mencari teman dan menjalin persahabatan. Namun tak banyak dari sahabatku berkhianat dibelakangku. Mereka hanya berani bercerita tentang keburukanku saat aku tidak ada. Namun sangat berlaku baik dan bijak saat di depanku. Dasar manusia pengecut.
            Sejatinya aku juga seorang pemuda pencinta wanita. Bukan mencintai sesama jenis. Waktu Sekolah dulu adalah masa-masa belajar sekaligus masa pacaran yang kebanyakan berujung pengkhianatan. Aku pernah mengkhianati pacarku dan juga pernah di khianati pacarku yang lainnya. Impas kan!. Sama-sama pemuda tidak setia pada satu pasangan.
            Namaku biasa di panggil dengan nama Safry oleh teman-teman saat SMA dulu. Dan bahkan sampai sekarang, di kampus atau di jalan masih di panggil dengan nama yang sama. Safry. yah namanya kehidupan, pasti ada perubahan. Dan itu juga terjadi hidupku. Aku hampir berubah seratus delapan puluh derajat dari kehidupanku yang dulu menjadi kehidupan yang sekarang. Aku sekarang menjadi seorang pemuda yang pemalas dan tidak lagi menyukai pelajaran bahkan aku juga kehilangan hobi ku membaca buku. Dasar pemuda bandel.
            Saat ini aku kuliah di sebuah kampus yang tak begitu bagus dan mungkin tak terkenal sama sekali. Paling rajin kalau aku masuk sampai dua hari waktu masa perkuliahan dalam seminggu. Otomatis saja absenku yang paling ramai di pertanyaan oleh dosen-dosen di kampus. Tugas-tugas perkuliahan selalu menjadi tugas tambahan bagi teman-temanku yang agak pintar dan bisa di ancam. Dasar mahasiswa pemalas.
            Pacar adalah alasan pertama yang membuatku berani berkunjung ke kampus. Walau cuman sampai dan duduk di kantin sembari memilih-milih cewek-cewek yang banyak bertebaran di kampus. Yah lumayan buat teman bermalam minggu. Tapi saat itu aku mencoba menjaga kesetiaanku buat pacarku saat ini. Tika(nama samaran. yah Tika lah pacarku sampai detik ini. Aku sendiri tidak tau akan bagaimana kisah cinta ini kedepannya. Sebab saat ini aku sudah ada di semester akhir, tapi itu belum tentu menjamin aku bisa wisuda tahun ini bersama teman-teman seangkatanku. Dasar mahasiswa gak jelas.
            Sebagian orang mengataiku kalau aku ini orangnya baik karena suka menolong teman. Ada yang aku pendiamlah. Pokoknya yang baik-baiklah, padahal itu semua tak pernah aku rasakan seperti itu. aku merasa bahwa aku ini hanyalah seorang pria yang pasrahkan hidup, dan membiarkan berjalan seperti apa yang terjadi dan apa yang menimpaku di setiap harinya tanpa peduli akan masa depanku. Toh masa depan juga pasti kita capai tanpa harus mati-matian berjuang. Sukses bisa saja menjadi milikku kan meskipun pemalas begini. Dasar orang yang pesimistis.
            Yah aku seorang yang sangat pesimis tingkat dewa. Gak seperti teman-temanku lainnya yang kebanyakan optimis. Mereka tak kenal menyerah(silahkan ditiru). Lah aku, baru saja sekali mendapat hadangan, maka tanganku akan mudahnya terangkat keatas tanda menyerah(iki jangan ditiru). Aku juga seorang yang sangat mengagumi pepatah seperti ini “lebih baik selesai kuliah pada waktu yang tepat dari pada selesai kuliah tepat waktu”. Dan kurasa kalian semua pasti sudah tau makna dari pepatah itu.
            Sungguh mengenaskan kan hidupku ini kawan?. Pemalas, pesismis, dan gak jelas. Itu mungkin secuil dari keburukan sifat yang dititipkan oleh Tuhan kepada aku. Untungnya aku masih punya cinta. Aku masih bisa mencintai seorang wanita dengan hati dan perasaanku. Dan aku memiliki logika yang tak terlalu selogis yang ada di dalam pelajaran matematika.
 Menurutku percuma memiliki beberapa orang pacar yang sangat cantik jika tak pernah berani mengakuimu sebagai pacarnya. Tapi ketika anda tak punya pacar satu orangpun, dan masih ada cewek yang punya keberanian untuk mencintai kita. Itu baru namanya gentle J. Aku sendiri sudah berpacaran beberapa kali. Dan mantan-mantan pacarku berbeda-beda suku dan adatnya. Mulai dari Bugis, Mandar, Banjar, Jawa dan terakhir adalah seorang gadis yang bersuku Dayak Kalimantan. Tepatnya Kalimantan Barat. Dan sejujurnya aku ingin punya pacar yang berasal dari Indonesia bagian Timur. Yang juga banyak beterbangan di sekitar kampus busuk nan jelek, rapuh dan bercat kusam itu. dasar kampus reyot dan penyot. Tapi sekarang aku masih sangat menyayangi pacarku saat ini, seorang gadis lembut yang juga masih satu suku dengan aku(Mandar-Kalimantan Selatan). Meskipun kini aku membangun jembatan cinta ku diatas lautan antara pulau Jawa dan Kalimantan. Aku sendiri kurang yakin dengan LDR_an itu. katanya sih banyak cobaannya. Salah satu dari kita bisa saja kan menjalin hubungan bisu dan buta(selingkuh). Kenapa bisa dan buta? Karena hubungannya diam-diam(bisu) dan sembunyi-sembunyi(tak terlihat alias buta). Dan percayalah kawan, bahwa LDR-an itu ada baiknya juga walau sebagian besar orang tidak tahan menjalaninya.
Seorang teman baik meyakinkanku dan bercerita banyak akan sebuah hubungan yang terjalin atas dasar LDR(long distance relation) atau pacaran jarak jauh. Ada masa-masa yang mendebarkan yang bisa mendebarkan hati kita bro. yaitu saat mendengar kabar sipacar yang barusan dalam perjalanan(OTW)  pulang kampung atau untuk menemui kita. Ada juga masa-masa yang bisa membuat anda harus meneteskan sejumlah air mata anda. Yaitu saat detik-detik perpisahan dengan kekasih di bandara, pelabuhan ataupun terminal bis. Dan Tika(nama samaran) pacarku juga kurasa meyakini itu. aku mempercayainya sejauh ini. (semoga dia membaca tulisanku ini J).
Tapi sorry guys, aku gak menceritakan bagaimana karakter dan sifat pacarku yang saat ini(Tika). Biarkan aku saja yang mengetahui bagaimana hebatnya Tika dan bagaimana iya kusayangi. Tapi aku janji suatu hari nanti, aku akan memposting cerita-ceritaku yang lainnya dalam edisi beberapa mantan pacarku. Ada yang berkhianat, terkhianat, atau yang gak jelas cintanya.
Sampai sini saja dulu yah nawak-nawak. Kalau mau lebih banyak membaca cersapen-cersapen(cerita sangat pendek)ku. Kalian bisa lihat di blogku www.safriansyahbinhasan.blogspot.com

Siapa bilang pacaran jarak jauh itu hanya menghadirkan kejenuhan?


Aku sebenarnya tak tau persis seperti apa makna cinta itu yang sebenarnya?
Menurutku pacaran jarak jauh itu adalah uji kesetiaan yang menurutku paling efektif. Tak hanya untuk wanitanya tapi juga laki-lakinya.
Bagi laki-laki, LDR bias membuktikan dirinya sebagai lelaki yang tak hanya bisa gonta-ganti pacar, selingkuh, atau hanya mencintai dengan sebuah tujuan. Tapi dengan LDR seorg lelaki bisa belajar untuk bersabar dalam setia, tetap teguh dalam perasaannya, menahan diri untuk melakukan hal-hal yang dosa, dan pastinya membuktikan bahwa lelaki juga tak selamanya hanya cumin ngomong saja. Tapi lelaki juga bisa membuktikan kesetiaannya, walau harus beberapa kali terombang-ambing oleh godaan dan ujian-ujian dari sekitarnya.

Bagi wanita, LDR akan mengajari mereka bagaimana menghargai perjuangan sang kekasih yang telah menempuh jarak ber MIL-MIL untuk bisa melihatnya tersenyum manis, menyaksikan keindahan dankecantikan wajahnya.
Mereka juga akan semakin tau akan kesabaran dalam menunggu. Bersabar dalam penantian, bersabar dalam menyimpan antara rindu dan bahagia yang masih terbayang setiap waktunya. Pagi, dan saat akan tertidur.  Lebih lagi mereka akan belajar arti sebuah kesetiaan.
Bukankah cinta adalah gudangnya kesetiaan? Walau sebenarnya masih banyak yang menyia-nyiakan kesetiaan itu. Dengan mencari kesetiaan diluar kesetiaan. Mengejar kesetiaan dari kejaran kesetiaan pula.
Aku juga sangat berterima kasih kepada dunia yang telah menciptakan begitu banyak kecanggihan. Seperti gadget-gadget sekarang ini. Media-media social di internet. Yang sekiranya bisa mebantu para pecinta LDR. Mendekatkan yang jauh, mengabarkan keadaan orang yang tercinta. Berbagi senyum, tawa dan canda melalui sinyal 3G ataupun 2G. Menghibur sang kekasih dengan ucapan-ucapan mesra, dan kecupan-kecupan via telpon yang sekiranya bisa menenangkan hati sang tercinta.

Masa – masa sulit yang mungkin dialami oleh para pecinta LDR adalah ketika ;
·         Isu dan cerita-cerita negative tentang kekasih mulai terdengar dari kicauan burung tetangga
·         Ketika rasa sunyi mulai menguasai ruang hati
·         Ketika komunikasi mulai tak selancar kemarin, karena beberapa kesibukan dan tugas-tugas kuliah/sekolah. Atau karena sebab yang lain, semisal tak punya pulsa atau koneksi internet

Namun ada pula saat yang begitu membahagiakan hati bagi pecinta LDR:
·         Ketika sang kekasih memberi kabar bahwa liburan semseternya telah tiba, dan beberapa hari kedepan dia akan segera menemui.
·         Ketika hampir seminggu tak ada kabar sama sekali hingga begitu meresahkan hati, dan tiba-tiba saja ia ada didepan pagar rumah berdiri dengan tegap sembari tersenyum manis dengan seluruh badan basah kuyup karena hujan.
·         Atau dengan tiba-tiba sang kekasih menelpon disaat waktu yang tak biasanya ia menelpon kita, yang membuat jantung kita berdetak kencang krena merasa takut. Padahal ia cuman mau bilang “I Love U”. Atau cuman sekedar mau dengar suara kita karena ia mau berangkat kuliah atau pun kerja.

Bukan Fatamorgana


               


 
            Aku bingung dengan nya pagi ini. Ia seakan acuh dan tak mempedulikan aku. Apa yang terjadi dengan istriku, pikirku dalam hati. Entah kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga ia merubah sikap terhadapku. Tadi pagi saja ia masuk kekamar mandi dengan sesuatu yang ada di tangan kanannya, meskipun ia berusaha menyembunyikannya dari penglihatanku, tapi setidaknya aku tau ada sesuatu di dalam genggamannya. Ya Allah, maafkan hamba jika khilaf menjaga amanahmu ini. Maafkan jika aku telah berbuat salah kepada istri.

            Sepulang dari mengajar, perutku pun terasa lapar. Kulihat hidangan untuk makan siang sudah tersedia di dalam sebuah tudung saji. Rupanya ia masih sempat menyediakan semuanya untukku. Syukurlah. Kalau saja tidak, pasti aku pergi kerumah bunda untuk ikut makan siang disana. Tapi bukankah itu akan memperlihatkan indikasi ketidak harmonisan jika sampai aku melakukan hal itu. ah, sudahlah yang terpenting semuanya masih seperti kemarin, yang beda hanyalah sikap istriku kepadaku hari ini. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran-pikiran yang negatif tentang istriku hari ini. Apapun yang terjadi, aku hanyalah seorang suami yang mencoba dan berusaha menjadi suami yang terbaik untuknya. Aku mencintai istriku seperti aku menjaga harga diriku yang tak pernah kuinginkan di permainkan oleh siapapun juga. Dan walau bagaimanapun juga ia(istriku) tetap dia yang kukenal dulu.
*****
            Aku dan dia adalah sepasang kekasih pada saat masih sama-sama menyelesaikan kuliah S1 kami di kampus IKIP Budi Utomo Malang. Walau saat itu kami tidak dalam satu jurusan, tapi itulah cara Tuhan mempertemukan kami. Aku mengenalnya tidak lama setelah kami baru saja sama-sama memasuki masa perkuliahan semester empat saat itu. saat itu dikampus mengadakan turnamen intra kampus. Yang kemudian dinamai “Rektor Cup”. Kebetulan saat itu ia masuk dan ikut lomba debat berbahasa inggris. Ya, secara dia adalah mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Inggris. Sedang aku masuk di jurusan Pendidikan kesehatan jasmani dan rekreasi. Aku sebenarnya tidak terlalu jago dalam hal permainan olahraga semisal bola Voli atau lainnya. Tapi untuk meramaikan acara kampus tahun itu, aku masuk bergabung tim Futsal di kelasku.

            Dan perhelatan turnamen pun bergulir. Meskipun cuaca saat itu berawan. Acara pembukaannya berlangsung ramai. Di hari kedua, kelasku pun turun lapangan menghadapi tim lainnya. Tim kami bermain di pertandingan kedua. Sekitar jam 17.00 an gitu. Ya ada waktu buat mempersiapkan mental pikirku. Sebagai bentuk pemanasan mental, aku berjalan dengan kostum futsal dibadanku di hadapan anak-anak yang aku tak tau dari mana jurusan nya, setelah baju yang aku kenakan saat kuliah tadi aku lepas dan ku masukkan kedalam tas kuliahku. Tapi tetap saja ada rasa grogi sedikit J. Aku berjalan menuju sebuah kedai minuman, kubeli satu botol air mineral untuk lebih menenangkan diriku. Sebelum aku kembali kumpul dengan teman setim, kusempatkan untuk kekamar kecil terlebih dahulu. Saat kubuka pintu kamar itu, tiba-tiba seorang perempuan menubrukku dari dalam. Botol minumanku tertumpah membasahi pakaian dan kertas ditangannya.
“Sorry,, aku benar-benar tidak sengaja, aku tidak tau kalau ada orang di dalam” ujarku meminta maaf.
            “sekali lagi ma,,!” belum sempat kuselesaikan kalimatku, ia pun langsung angkat bicara.
“ Aduh mas, kok jadi begini sih. Masa iya aku harus pulang kembali kerumah untuk ganti pakaian. Mana sebentar lagi debatnya akan di mulai lagi. Makanya kalau mau masuk ketuk dulu pintunya. Jangan asal masuk aja. Mata dimana sih mata itu?” umpatnya kepadaku
            “ iya iya, aku tau. Sorry.” Jawabku
            “ gimana nih, masa aku harus ikut debat dengan pakaian basah kayak gini?”. Tambahnya
“ emh, , gini aja. Aku punya baju kemeja di tas ku, kalo mau aku akan pinjami sebagai ganti atas kesalahanku. Gimana mau coba nggak?” t
“ya udah deh, aku coba dulu. Tapi kamu nggak apa-apakan kalo aku pake dulu, besok-besok deh aku kembaliin”.
“iyalah, gak apa-apa kok. Pake aja. Lagian sebentar lagi kelasku bertanding main futsal melawan kelas lain”. Imbuhku
“ oh, iya emh, nama kamu siapa?, aku Asnan”. Tambahku memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan kanan.
            “ Indah, Indah AlBaqtiyar”. Jawabnya dan menjabat tanganku.
            “Namanya keren, emh seperti kearab-araban”. Pujiku sambil tersenyum kecil
            “Nan, kamu dipanggil Irwan”. Suara panggilan untukku.
            “Ya udah, aku pergi dulu yah. Ini Bajunya”. Aku pamit padanya

            Tak lama kemudian kami pun bermain sore itu. semuanya menjadi terasa enjoy saat dilapangan tidak seperti yang kupikir sebelum masuk kesini, pikirku dalam hati. Kami tampak kewalahan menghadapi lawan sore itu. dan hasilnya kami kalah dengan skor telak. 4-1. Ya sudahlah, selalu ada yang kalah di dalam sebuah pertandingan.
            Sesampainya di rumah. Aku hampir lupa kalau baju ku tadi aku pinjamkan kepada seorang wanita yang barusan juga aku kenal namanya. Indah J. Namun ada yang ketinggalan di saku bajuku tadi. Selembar uang dua puluh ribuan dan Kartu tanda Mahasiswa(KTM)ku. Aduh, bahaya ini kalau misalnya sampai hilang atau tercecer dan Indah tak melihatnya. Ya semoga saja tidak terjadi. Tapi hatiku tetap mengkhawatirkan itu. saking gelisahnya aku membuka Laptop dan menyalakan modem, siapa tau saja aku bisa menemukan akun Facebooknya ataupun Twitternya. Biasalah zaman sekarang hampir semua orang punya kedua akun tersebut. Kuketik word “Baqtiyar” dan hasilnya  no result. Ya sudahlah, mungkin aku saja yang terlalu khawatir.
*****

            Besoknya dikampus, masih ramai oleh anak-anak. Hari itu aku gak ada kelas. Aku ke kampus hanya untuk menyerahkan tugas kepada Agung ketua kelas kami. Sambil ikut melihat-lihat kegiatan di kampus. Ditambah ngopi di kantin kebanggaan anak-anak walau bangunannya cukup seadanya. Kupesan se gelas Kopi bubuk instan untuk menemani duduk disitu. Baru saja beberapa kuteguk gelas yang masih berasap itu, aku dikagetkan oleh seseorang. Rina ternyata. Pundakku jadi sasaran tinjunya.
            “lagi ngapain loe Mblo(jomblo)”. Sapanya
“ nungguin Agung, buat nyerahin tugas minggu kemarin. Kamu sendiri ngapain dikampus, kan lagi gak ada kelas?”. Tanyaku
“ biasalah mejeng, siapa tau dapat kenalan baru”.pungkasnya

Tiba-tiba saja lewat dua orang cewek dengan rambut agak panjang, hitam dan cukup lebat. Favorit ku rambut seperti ini J. Sekilas ia menoleh kearah tempat aku duduk. Dan ternyata ia adalah Indah dan temannya. Spontan aku berdiri dan menghampiri mereka.
            “hai, apa kabar? Emh,, ada kuliah yah?”. Basa-basiku padanya
            “ baik, kamu gimana kabarnya?. Oh iya, bajumu yang kemarin, aku kira kamu gak kan ada di kampus, lagian dirumah mungkin masih belum kering jadi gak aku bawa. Gak apa kan?”. Pungkasnya
Matanya langsung bertatapan dengan temannya itu, aku pun ikut-ikutan salah tingkah. Mungkin dikiranya kami berdua pacaran oleh temannya itu. mana mungkin orang yang baru kenal sudah berani pinjam-pinjaman baju. Suasan demikian mengundang Si Rina si banyak cincong ikutan dalam percakapan kami.
            “kalian pacaran yah?”. Tanyanya setengah ngeledek.
Ku lihat raut wajah Indah yang terlihat memerah padam. Mungkin dia merasa malu. Tapi sebenarnya akupun jadi malu sama dia. ada-ada saja si Rina, merusak suasana saja.

“ya udah aku kekelas dulu yah, takut terlambat. Emh, minta nomer hapemu  donk, biar bisa phone kamu untuk ngembaliin baju mu yang kemarin itu.” ucap Indah
            Akupun mendiktekan nomer handphoneku satu demi satu untuk ia simpan di ponselnya. Lalu ia pun berlalu melangkah masuk kekelasnya. Si Rina semakin menjadi-jadi mengolokku. Sampai pada saat Agung datang dan akupun menyerahkan tugas kuliah itu. Malamnya, aku dan Indah mulai kontak-kontakan via message di handphone.
Mat malam teman, aku Indah. Makasih yah, pinjaman bajunya kemarin. Emh, kapan mau ngambil bajunya. Nih udah selesai aku rapikan.” isi pesan dari Indah.
Tanganku pun mulai bergerak untuk ngetik balas smsnya. Ku tulis saja;
            “sama-sama ndah. Gimana debatnya kemarin, sukses gak?”.
            hmm, kalah sama kakak tingkat L.” Balasnya
            “gak apa-apa, anggap aja pelajaran untuk lebih belajar lagi kedepan”.
            “iya, makasih sugestinya. Oh iya gimana hasil kemarin, win or lose?”. Balasnya lagi
            “kami juga kalah. J.”balasku

Sampai akhirnya kami berdua malah cerita panjang banget, sampai ngomongin keluargalah. Dan tak lupa pula kutanyakan KTM ku yang ketinggalan di Saku depan kemejaku. Dan aku pun mulai merasa betah untuk berlama-lama chat via sms dengannya. Bahkan jika ia mau sampai subuh nanti. Ah, pikiranku mulai salah arah nih. Pekikku dalam hati. Sebelum ia pamit untuk beristirahat, ia sempat membuat janji denganku untuk menyerahkan baju ku itu. dan aku pun menyetujuinya.
*****

            Malam itu adalah malam minggu, indah mengingatkanku janji yang kemarin sejak sore tadi. Katanya sih mumpung ia ada waktu. Ya udah aku anggap saja kesempatan terakhir, dan tak boleh disia-siakan jika dikasih kesempatan oleh seseorang. Karena jika ia, bisa-bisa kita akan menyesal seumur hidup. J. Indah mempercayakanku untuk menentukan lokasi atau tempat untuk kami berdua. Dan kupilih di Andromeda saja, tidak terlalu jauh dari tempat ia tinggal. Sebuah caf├ębox yang cukuplah untuk anak-anak sekarang. Kami berdua duduk paling dekat tembok sebelah depan yang terbuat dari hampir semua bahan kaca. Jadi nampak diluar orang yang lewat. Kebetulan arah kursinya menghadap kearah luar. Ya cukup romantislh untuk sepasang kekasih. Tapi aku dan Indah masih bukan sepasang kekasih saat itu. ku pesan “ice milkshake chocolate float” dua pors dan “Fried potatoes” satu pors. Satu untukku dan satu lagi untuknya. Sambil menunggu pesanan datang kami pun mulai mengoceh berdua. Sampai saat pesanan kami datang, ia masih saja banyak mengoceh. Dari ocehannya aku menangkap bahwa ternyata dia anaknya asik diajak ngobrol, nyambung(alasan menyukai kebanyakan anak-anak sekarang J).
            Akupun semakin banyak bertanya dan mengintrogasinya dengan beberapa pertanyan tentang dunia kebahasaan yang sesuai dengan studynya.  Dari situ pula ku ketahui bahwa ia juga pintar dan cerdas. Benar-benar gadis yang hebat. Tiba-tiba saja aku ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang dia. ia tak terlalu cantik ataupun manis, tapi sudah cukup membuatku terdiam saat iya menatapku agak lama. Apa iya aku grogi yah.
            Aku pun lalu membawanya kedalam obrolan seputar pacaran. Dari beberapa idenya tentang pacaran, dapat kuketahui bahwa iya belum punya pacar sampai saat itu. beberapa saat setelah kutanyai mengenai siapa pacarnya, kami berdua terdiam sejenak. Ia sendiri mengakui bahwa iya tak punya pacar sampai hari itu. jawabannya seakan menyuruhku untuk lebih agresif lagi dan mencoba menawarkan hati. Aku teringat sebuah penggalan kalimat yang ada di dalam sebuah film. Yang intinya adalah “jika sebuah kesempatan datang, jangan sia-siakan moment itu, karena setelahnya tak kan ada lagi kesempatan yang sama.”
            Aku sedikit tak berani. Tapi aku harus mencobanya. Lelaki sejati akan selalu berani mengambil resiko untuk sebuah tujuan dan niatan yang baik. Lalu aku mulai menulis kata didalam hatiku dan kusampaikan melalui bibirku.
            “ emh, aku juga sama dengan kamu. Masih belum memiliki pacar sampai saat ini. Aku gak tau kenapa, padahal aku sudah mencobanya beberapa kali tapi tetap saja belum berhasil. Jikalau aku mencobanya lagi kepadamu, apakah hasilnya akan tetap sama dengan usahaku yang kemarin-kemarin?” paparku dengan berusaha menyembunyikan raut wajahku yang tak aku tau seperti apa bentuknya kala itu.
            Tak ada jawaban darinya. Aku mulai risau sendiri. Aku hampir saja salah tingkah seandainya, aku tak pintar menguasai hatiku.
“ ya mungkin saja kejadian kemarin adalah cara yang maha kuasa mempertemukanku dengan cintaku, atau mungkin saja cara Tuhan untuk membuat tidak berhenti berusaha mendapatkan cinta dari seorang wanita yang mungkin saja adalah yang tepat untuk menerima cintaku”. Tambahku lagi
“yeh,, ada yang mulai puitis nih malam. Tau gak aku paling takut dekat dengan orang puitis?”.Ujarnya
            “ kok takut, emang dia ada setannya kah?”. Tanyaku bercanda
“ ya takut aja, hanyut terbawa untaian kata-katanya, aku kan gak bisa berenang”. Jawabnya menimpali candaku
“ ono-ono wae sampean Indah, berteman sama orang puitis ada baik juga kale. Bisa menghibur kita saat sedih, atau setidaknya bisa membantu membuatkan puisi saat sedang jatuh cinta”. Kataku disertai tawa.

            Suasananya semakin membuatku berani dan nekat lagi mengatakan cinta. Dan ia tetap saja menimpalinya dengan canda. Tak terasa sudah mau jam sepuluh malam. Ia pun minta untuk aku antar pulang. Sebuah motor Vespa berwarna abu-abu membawa kami meninggalkan Andromeda. Sepanjang perjalanan ia masih saja bercanda. Aku hanya menimpalinya sekali-kali.
“iya yah, mungkin karena aku hanya punya Vespa buntut ini, hingga gak ada yang mau sama aku yah Ndah. Baru kamu loh yang berhasil aku bonceng dengan barang abu-abu ini. Itupun aku gak tau terpaksa atau tidak”. Aku menimpali candanya
            “ mungkin belum saat kali As”. Jawabnya.
Suasana kembali hening, tak ada lagi ocehannya. Aku mematikan mesin kendaraan berhargaku didepan sebuah rumah berwarna putih kekuningan. Dan ia pun beranjak dari jok Vespaku.
“makasih yah untuk malam ini, udah menemaniku dan mau mendengarkan kicauan tadi”.
“ sama-sama Indah, aku senang malah. Bisa bermalam minggu sama cewek secerdas kamu”. Jawabku
“ oh iyah nih baju nya”. Iya menyerahkan sebuah bungkusan yang berisikan bajuku.
Dan ia pun masuk kedalam rumahnya. Selepas itu, Si Abu-abu kembali merongrong menambah kebisingan kota Malang malam itu. aku merasa ada sesuatu yang tak selesai malam itu. yah, aku tak mendapati jawaban cintaku dari Indah. Sudahlah memang sudah takdir seperti ini. Apa susahnya sih menjadi bujangan.
Jam 23:14, hapeku memekik. Entah sms dari siapa malam seperti ini. Mungkin dari Wardi, yang mau minjam uang lagi buat bayar kost-kostan nya atau Dika yang biasa ngajak taruhan bola. Aku sendiri hampir tertidur saat itu. kulihat dari Indah.
emh,, tawaran yang tadi, masih belum hanguskan?”. itu isi pesannya.
“ edisi spesial buat kamu, garansinya seumur hidup”. Balasku dengan cepat
“ syukurlah, apa kamu yakin dengan aku? Aku orangnya gak asik loh.”
“trus kalo gak asik, kenapa aku mesti menyukai saat kamub ngomong panjang lebar dan tinggi tadi. I love U Indah”.
“ ya udah mulai besok aku siap jadi pacar kamu”. Jawabnya singkat
“trus malam ini, belum tah?”
“malam ini adalah waktuku mempersiapkan diri dan hatiku untukmu sayank”.
“mulai malam ini kenapa sih sayank J?”

Tak ada lagi balasan darinya. Cukup membuatku penasaran dan menunggu sampai beberapa menit balasan darinya.
Besoknya aku dan dia memulai sebuah cerita indah yang berhasil kami abadikan sampai saat ini. Ya saat ini aku dan ini tengah menjalani masa yang hampir setahun masa pernikahan kami yang berlangsung cukup sederhana. Dan hari ini aku dan Indah duduk berdua didepan sebuah meja berbentuk persegi panjang untuk menyantap hidangan makan siang. Duduk ala pacaran waktu masih sama-sama kuliah dulu. Tapi hari ini cukup berbeda. Sejak tadi pagi iay belim mengeluarkan sepatah kata pun kepadaku. Entah salahku apa, aku sendiri tidak tau.
Jika dulu kami biasa makan sambil bercerita, bercanda dan tertawa, kali ini kami makan dengan tanpa sepatah kata pun. Mungkin ada baiknya aku tanyakan apa yang terjadi padanya. Lalu aku pun mencoba mengubah suasana dengan memanggilnya sama seperti aku memanggilnya saat pacaran dulu.
“cantik!”. Sapaku
Jika dulu iya sering bilang “gak dengar”, kali ini tak ada respon sedikitpun. senyum pun tidak sama sekali.dia benar-benar marah mungkin kepadaku.
“sayang, kamu kenapa sih?. Hari ini kok sangat berbeda dari yang kemarin. Aku salah ya sama kamu. Katakanlah yank, biar aku bisa jelasin”. Pintahku
Ia tetap memilih berdiam dan membungkam bibirnya. Sebenarnya aku paling gak suka didiamin seperti itu. tapi yang kuhadapi ada seorang wanita juga istri aku. Aku tak mungkin berlaku kasar hanya karena hal seperti ini, lagian aku belum tau kejelasan penyebabnya. Sampai ia menyelesaikan makan siangnya, ia tetap memilih diam. Dan bahkan saat iya beranjak meninggalkan tempat duduknya. Hanya selembar kertas putih yang tertinggal dari tempat ia makan tadi. Itupun mungkin karena ia lupa mengambilnya. Kontan saja aku raih kertas itu.
Aku positif hamil sayank, tadi pagi aku melakukan tes urine di kamar mandi dan hasilnya sangat membuatku bahagia. Maaf jika dari tadi pagi sampai siang ini aku diam dan cuek sama kamu. Tapi itu hanyalah caraku untuk memberi sayank kejutan yang membahagiakan ini. I Love U suamiku”
itu isi tulisan dikertas itu. ubun-ubunku seperti baru saja disiram air embun di kala pagi hari. Sungguh bahagia rasanya. Terima kasih ya ALLAH. Sejenak aku melakukan sujud syukur kepada ALLAH dengan disaksikan oleh Indah yang tengah berdiri di depan pintu kamar tidur. Selepas itu aku langsung memeluknya seperti sepasang kekasih yang bari dipertemukan.
“makasih sayank, kamu sungguh membuatku bahagia. Semoga tuhan memanjangkan waktu kebersamaan kita”. Ucapku terbata.
Tiba-tiba ia menarik lenganku dan berbisik. “yank, aku punya hadiah buat kamu”.
Pintu kamar tidur iya tutup, lalu menarikku hingga kami berdua terjadi diatas sebuah kasur yang sudah tidak empuk lagi. Dan kami pun melakukan ibadah kepada Allah. Ibadah bagi mereka yang telah di Halalkan oleh ikatan yang disenangi oleh Allah.


                                                                                    Malang, 29 Desember, 2013

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.