Saturday, 6 October 2012

"Tindak KKN terjadi". Siapa yang salah?

                Apa itu KKN ?

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 

1.       Korupsi adalah perbuatan seseorang yang menggelapkan sesuatu yang bukan termasuk hak mereka, akan tetapi hak orang lain, atau orang banyak secara umumnya.
2.       Kolusi yaitu perbuatan seseorang yang dilakukan karena  adanya dorongan yang lebih menguntungkan untuk dirinya sendiri. Biasanya dorongan tersebut dapat berupa upah, atau sogokan.
3.       Sedangkan Nepotisme, yaitu perbuatan seseorang yang dilakukan dengan melihat garis atau adanya hubungan keluarga. Contohnya, seorang pimpinan mengangkat seorang karyawan biasa menjadi seorang asisten pribadinya dikarenakan mereka punya hubungan keluarga, tanpa melihat lebih dahulu kemampuan atau keterampilan serta tingkat kemapanan seseorang itu.

Dalam kehidupan social sehari-hari, kita sebagai makhluk sosial yang selalu ingin berinteraksi,  tanpa kita sadari ataupun yang kita sadari telah melakukan tindakan yang termasuk dari KKN diatas, Korupsi, Kolusi ataupun Nepotisme.
Lalu mengapa demikian kita melakukannya, padahal kita tahu itu adalah perbuatan yang sangat melanggar Undang-undang ataupun norma di masyarakat?
Ya,,, di zaman yang super canggih ini, batasan waktu dan batasan lokasi atau tempat, kian menjadi begitu dekat dengan adanya berbagai  Fasilitas yang juga canggih-canggih.
Namun sayangnya, semua itu belum mampu untuk membuat manusia di muka bumi ini untuk lepas dari godaan-godaan untuk melakukan tindakan KKN seperti diatas.
Mau tau seputar tindakan KKN yang tak kita sadari telah lakukan di dalam masyarakat?
Ini beberapa hal kecil namun membawa pengaruh besar untuk seseorang melakukan tindakan KKN.
·         Kita ketahui, kita sebagai warga Negara yang merdeka, tentu saja Negara Indonesha. Nah, sebagai warga Negara yang sah, kita diharuskan memiliki kartu identitas tentang posisi kita di Negara yang kita diami. Salah satunya adalah kartu tanda penduduk (KTP). Dengan mempunyai KTP, maka kita sudah dianggap sah sebagai makhluk pribumi di suatu Negara.
Dan ada kalanya, jika kita ingin masuk di sebuah perusahaan, dalam hal ini tempat kerja, biasanya kita harus memperlihatkan KTP asli dan juga potocopyan KTP itu. Lalu bagaimana dengan  orang yang tidak punya KTP, sementara ia harus memiliki atau mengisi lowongan kerja yang mungkin dia dapatkan? Sementara batas yang di tentukan sangatlah singkat.
Apakah pembuatan KTP untuk orang bawah seperti kita akan cepat selesai dengan hanya dalam waktu seminggu?  Jawabannya pasti tidak.
Nah, dari situlah kita mulai berpikir untuk membayar lebih untuk petugas pembuat KTP tadi, agar supaya KTP kita di percepat diselesaikan, tanpa harus menunggu giliran. Anda nyaman, kita pun demikian (kalimat yang biasa dipake dalam pembicaraan sogok menyogok).

Dari kasus diatas, kita tidak menyadari bahwa kita telah mengajari seseorang untuk korupsi ataupun nepotisme serta menyogok(Kolusi). Lalu siapa yang harus kita salahkan jika ada seseorang yang telah melakukan perbuatan KKN?
Ilmu hukumlah yang jadi ahlinya. Tapi sekiranya kita bias memahami dan menyadarkan diri sendiri ataupun orang-orang terdekat kita.

Bisa jadi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme berawal dari ketidak sadaran kita akan hukum, atau di karenakan sikap egois kita yang berlebihan.
Dan ada baiknya kita untuk selalu menaati setiap hukum di suatu tempat atau masyarakat. Walau kita bias mengatakan dalam hati bahwa itu tidak Nampak di mata orang-orang, tapi ingatlah bahwa ada Norma Agama yang sejatinya tidak begitu tegas namun sangat efektif keberadaannya. Karena sumbernya langsung dari Tuhan.

By: Safriansyah bin Hasan
Semoga bermanfaat,,,,,!!!!
Amiinn,,,,!!!!

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.